Review / Ulasan Film Qodrat (2022) Entitas Demonik Yang Buas



Tidak ada yang terlalu berlebihan ketika Vino G Bastian sudah beraksi di depan kamera, wow, aktor yang satu ini memang bisa saya katakan terampil sekali, suara serak basah, pembawaan intens dan deep, memang karakter yang one of the best di Indonesian Cinema! 

Disini Vino yang memerankan Qodrat harus berhadapan dengan sebuah entitas demonik yang mempossess anak kandungnya, yang bernama Alif, rambutnya Qodrat masih pendek santai, dan proses eksorsisme / rukyah dilakukan, tapi apalah daya, force supranatural yang terlalu besar akhirnya mengakibatkan timbullah korban, anaknya sendiri, bro, ekspresi nelangsa dan raungan Qodrat di scene pembuka sinting banget sih.

Man, film ini dapat dikatakan sebagai film yang definitely inspired by The Exorcist 1973 William Friedkin, dengan parafrase epik yang disesuaikan dengan kultur dan agama yang dominan disini, Islam, maka jangan salah, jika most of the time pakem yang digunakan didalam film ini adalah bahasa religius Islam yang biasa digunakan oleh orang yang tingkat religiusitasnya sudah yakin dan tinggi, saya pun di dunia nyata menjumpai orang-orang seperti ini.

Assuala the Demon Dog, bahkan saat Qodrat dipenjara saja masih bisa mempossess sipir penjara dan hampir membuat Qodrat terbunuh, berapa nistanya assuala ini!

Kembali ke pesantren dimana ia dibesarkan dan mungkin mendapatkan banyak ilmu, Qodrat kaget saat melihat banyak perubahan yang terjadi, semacam musim kesialan, atau musim yang buruk, mulai dari air yang kotor, panen yang gagal, dan kerasukan kolektif yang menyeramkan dan tidak tahu apa sebabnya, teman sebayanya Jafar, menyambutnya dan mereka berbincang.

Sampai bertemulah dengan sebuah keluarga di desa itu yang beranggotakan 3 kepala, sang ibu, Yasmin, anak perempuannya Asha, dan anak lelakinya yang masih kecil, Alif, suaminya meninggal secara implisit dimana tampaknya Asha punya semacam ketidaksengajaan, lalu juga Alif yang kakinya lumpuh, sampai dinamika film ini berlangsung, mereka bertemu Ustad Qodrat, saya lagi-lagi seperti melihat Exorcist disini, okelah hangat.

Secara substansial, Qodrat menggabungkan elemen horror, sedikit bloody gore, namun yang epik adalah ia menaruh elemen action / laga yang somehow di pertengahan dan akhir tetap sukses dan memuaskan.

Postingan populer dari blog ini

Review / Ulasan Film: Ronggeng Kematian (2024) Gejolak Kawula Muda

Review / Ulasan Film: Sleep Call (2023) Opresi Yang Purba